Safari adalah browser bawaan iPhone yang sering digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti membaca berita, membuka email, hingga melakukan transaksi online. Namun, kebiasaan browsing yang terlihat sederhana bisa menjadi celah jika pengaturan keamanan tidak diatur dengan benar. Banyak pengguna iPhone mengira Safari sudah otomatis aman, padahal tetap ada beberapa opsi penting yang perlu diaktifkan agar aktivitas online lebih terlindungi. Melalui pengaturan yang tepat, kamu bisa mengurangi risiko pelacakan, pencurian data, hingga munculnya situs berbahaya saat browsing.
Mengaktifkan Perlindungan Privasi di Safari
Langkah paling penting untuk browsing aman adalah memastikan fitur privasi Safari aktif. Kamu bisa membuka Pengaturan lalu masuk ke Safari. Di dalamnya, aktifkan opsi Prevent Cross-Site Tracking untuk mencegah website melacak aktivitas kamu lintas situs. Fitur ini sangat berguna karena sebagian besar iklan digital bekerja dengan cara mengumpulkan jejak browsing pengguna. Dengan membatasi pelacakan tersebut, privasi kamu akan jauh lebih terjaga dan data kebiasaan browsing tidak mudah dikumpulkan oleh pihak lain.
Selain itu, aktifkan juga opsi Hide IP Address (biasanya muncul pada iOS terbaru). Pengaturan ini membantu menyamarkan alamat IP agar tidak mudah dilacak. IP address sering dipakai untuk memperkirakan lokasi dan aktivitas pengguna, sehingga menyembunyikannya dapat menambah lapisan keamanan ekstra saat browsing.
Memblokir Pop-up dan Website Berbahaya
Pop-up sering menjadi media penyebaran scam atau phising. Maka dari itu, pada menu Safari aktifkan opsi Block Pop-ups. Pop-up yang memaksa kamu menekan tombol “OK” atau mengarahkan ke halaman tertentu sering digunakan untuk menipu pengguna agar memasukkan data pribadi. Dengan memblokir pop-up, kamu bisa menekan kemungkinan terkena jebakan website palsu.
Selanjutnya, aktifkan fitur Fraudulent Website Warning. Ini adalah fitur penting yang memberi peringatan saat Safari mendeteksi situs yang dicurigai sebagai phising atau mengandung penipuan. Banyak kasus pencurian akun terjadi karena pengguna tidak sadar sedang masuk ke situs tiruan yang tampilannya sangat mirip dengan situs aslinya. Dengan warning ini aktif, kamu akan punya kesempatan untuk batal sebelum memasukkan data sensitif.
Mengelola Penyimpanan Data dan Riwayat Browsing
Browsing aman juga berkaitan dengan cara mengelola data di Safari. Safari menyimpan riwayat, cache, dan cookies yang sebenarnya berguna untuk mempercepat akses situs. Namun, jika dibiarkan terlalu lama, data ini bisa menjadi celah privasi. Untuk membersihkannya, masuk ke Pengaturan > Safari lalu pilih Clear History and Website Data. Langkah ini dapat menghapus riwayat pencarian, cookies, dan data website.
Agar lebih aman, kamu juga bisa mengatur Safari untuk tidak menyimpan terlalu banyak data. Pada opsi Advanced lalu masuk ke Website Data, kamu bisa melihat website mana saja yang menyimpan data di perangkat. Jika ada situs yang terasa tidak familiar, kamu dapat menghapusnya secara manual. Ini penting terutama jika kamu sering membuka banyak website dari iklan atau pencarian acak.
Menggunakan Mode Private Browsing Saat Dibutuhkan
Jika kamu sering membuka situs tertentu tanpa ingin meninggalkan jejak riwayat, gunakan Private Browsing. Mode ini membuat Safari tidak menyimpan histori pencarian, login, maupun data situs setelah kamu menutup tab. Cara mengaktifkannya cukup mudah, buka Safari lalu tekan ikon tab, kemudian pilih mode Private.
Mode ini sangat disarankan saat kamu memakai iPhone orang lain, atau saat browsing di tempat umum. Walaupun Private Browsing tidak membuatmu sepenuhnya anonim di internet, fitur ini sangat membantu untuk menjaga privasi dasar agar tidak ada data tertinggal di perangkat.
Membatasi Akses Website ke Kamera, Lokasi, dan Mikrofon
Banyak situs meminta izin akses kamera atau lokasi, dan tidak sedikit yang memanfaatkan izin tersebut untuk hal yang tidak penting. Untuk meningkatkan keamanan, buka Pengaturan > Safari lalu cari bagian Settings for Websites. Di sana kamu bisa mengatur izin lokasi, kamera, mikrofon, bahkan download agar tidak sembarang website bisa meminta akses.
Sebaiknya setel izin seperti lokasi menjadi “Ask” atau “Deny” untuk menghindari akses otomatis. Ini membuat kamu lebih kontrol terhadap data pribadi yang keluar dari perangkat. Semakin sedikit izin yang diberikan, semakin kecil potensi penyalahgunaan.
Kesimpulan
Mengelola pengaturan Safari di iPhone bukan hanya soal kenyamanan browsing, tetapi juga perlindungan privasi dan keamanan data. Dengan mengaktifkan fitur anti pelacakan, memblokir pop-up, membersihkan riwayat, menggunakan mode private, dan membatasi izin website, kamu bisa mengurangi risiko kejahatan digital secara signifikan. Kebiasaan kecil dalam pengaturan ini dapat membuat pengalaman browsing lebih aman, lebih nyaman, dan lebih terkendali setiap hari.











